
Kami percaya, Tuhan telah menuliskan skenario pertemuan kami dengan sangat indah. Bukan di bawah gemerlap bintang, melainkan di tengah aroma kopi yang tenang di Utomo House. Dari latte yang tertukar dan sapaan canggung itu, kami menyadari bahwa ada "rumah" yang kami temukan di mata satu sama lain. Sejak hari itu, Utomo House bukan lagi hanya sekedar kedai kopi, melainkan saksi bisu awal kisah kami.















